Thursday, November 6, 2014

Memasang Stang Motor Sport di Bebek Revo Absolute

Memasang Stang Motor Sport di Bebek Revo Absolute 17 April 2014

Posted by The Naked Rider in Artikel.
Tags: , , ,
27 comments
Bagi warga Bodetabek, tersedianya Kereta Commuter Line (CL) yang nyaman dengan tarif yang terjangkau (Rp. 8500) merupakan berkah yang luar biasa. Perjalanan dengan mobil yang biasanya memakan waktu 2 jam setiap pagi, membuat perjalanan CL Bekasi-Jakarta yang hanya 45 menit hampir tidak terasa.
Sejalan dengan semakin murahnya tarif CL (dari 8500, dikurangi jadi Rp. 6500 dan kini Rp. 3500), perjalanan dengan CL berubah dari perjalanan yang surgawi menjadi perjalanan nerakawi, saking penuhnya penumpang. Udah tidak cocok lagi setiap hari pakai CL ke Jakarta.
Namun dengan kemacetan menuju Jakarta yang semakin menggila, biaya bensin dan parkir yang meroket, membuat penulis meninggalkan ide menggunakan mobil untuk beraktivitas ke kantor. Naik motor adalah pilihan berikutnya yang dirasakan reasonable. Naik motor memberikan perasaan bebas, independen (tidak tergantung jadwal kereta misalnya) dan nikmat karena terpacunya adrenalin sepanjang perjalanan.
Namun kenikmatan berkendara itu ternyata tergantung motornya. Yang jelas bukan motor sport. Sebagai ilustrasi, selama 2-3 tahun ini penulis hanya sanggup tidak sampai 5 kali pulang pergi Bekasi-Jakarta dengan Byson. Karakter motor sport mengharuskan menekan kopling setiap kali menurunkan atau menaikkan kecepatan yang mana sangat menguras stamina. Belum lagi faktor motor Byson yang bongsor mengurangi kemampuan manuver diantara rapatnya kendaraan yang berebutan menjelajah jalan yang sama. Oleh karenanya penulis lebih suka mengendarai bebek bila berangkat kerja. Bebek Revo Absolute. Mudah dikendarai, tidak perlu menekan tuas kopling dan mudah menyelip diantara kendaraan. Easy.
Namun bebek dengan setang yang didisain rendah menyulitkan penulis yang bertubuh bongsor. Baru berkendara 1 jam saja, pinggang serasa mau patah karena terus membungkuk selama berkendara. Apa akal? Stang motornya mau tak mau harus ditinggikan. Namun problemnya adalah Stang bebek itu dilas paten dan tidak bisa ditinggikan. Ini penampakan Revo penulis.
IMG02545-20140405-2222
Browsing kesana kemari ternyata telah banyak bebekers yang memasang stang motor sport/trail pada motornya. Contohnya ini.
motor stang
Di Kaskus juga ada forum diskusi tentang ini plus foto-fotonya, Namun model stang yang diaplikasikan pada foto-foto tersebut kurang pas dihati penulis. Makanya ketika kemudian penulis ingin mengubah tampilan stang Revo, materinya parts nya penulis pilih sendiri dengan hati-hati.
Pertama untuk base adaptor stang. Di Otista banyak tersedia adaptor untuk berbagai jenis bebek dan matik. Tinggal pilih. Untuk stang, penulis pilih stang Tiger yang tinggi. Alasannya jelas. Panel switch lampu dan klakson (tangan kiri) penulis pilih punya Vixion sementara untuk starter (tangan kanan) penulis pilih punya Shogun yang simpel. Untuk indikator kecepatan, bensin dan RPM meter, penulis pilih produk after market. Untuk lampu depan penulis pilih model batok (kalau tidak salah punya CB100) dan lampu sein punyanya Scoopy. Sedapat mungkin penulis cari parts2 yang berkilau dan dichrome untuk memberikan kesan bersih dan cantik.
Setelah selesai belanja yang dibutuhkan, semua pemasangan parts penulis serahkan ke bengkel dekat rumah.Ini penampakan pada saat pembukaan semua cover.
IMG02570-20140414-1023
Hal berikut yang dilakukan adalah memasang adaptor stang. Adaptor tersebut berbentuk T. Ternyata bagian bawah adaptor (berbentuk pipa) yang penulis beli dianggap tidak safe dengan alasan las dan pipa yang digunakannya tidak kuat. Pilihan yang diambil montir adalah membuang pipa tersebut dan menyambungnya stang asli revo yang telah dipotong dengan dasar adaptor. Sebagai info, jika telah dibuka covernya, stang Revo mirip stang motor sport juga. Ini bentuknya.
IMG02576-20140414-1037
Kemudian stang tersebut dibuang bagian atasnya sehingga tinggal bagian yang berbentuk huruf Y. Oya, ternyata adaptor ini memiliki chrome yang kurang tebal dan dianggap mudah berkarat. Oleh karenanya kemudian dipilox warna hitam. Penampakannya adalah begini.
IMG02578-20140414-1130
Ini bentuknya setelah dipasang.
IMG02580-20140414-1148
Tahap berikutnya adalah memasang raiser tempat mengikat stang. Bentuknya seperti ini.
IMG02581-20140414-1150
Tahap-tahap pemasangan berikutnya dapat dilihat dari seri foto-foto berikut ini.
IMG02583-20140414-1217

IMG02584-20140414-1251
Switch dan acceleration handlenya punya Shogun. Ternyata tali gas bawaan revo tidak cukup panjang. Jadi diganti dengan tali gas Shogun juga.
IMG02586-20140414-1402
Switch handle sebelah kiri punyanya Vixion.
Tahap berikutnya adalah pemasangan dudukan speedometer (satu paket dengan adaptor stang)
IMG02587-20140414-1417IMG02588-20140414-1418
Penulis suka sekali dengan cara Yamaha meletakkan indikator bensin di matik Fino. Oleh karenanya penulis memilih menempatkan indikator RPM pada stang.
IMG02589-20140414-1503
Kini lampu depan dan sein telah terpasang
IMG02593-20140414-1655
Sudah kelihatan bentuknya.
IMG02596-20140414-1736
Ini bentuknya setelah jadi.
IMG02601-20140414-1953IMG02604-20140414-1954IMG02599-20140414-1942

No comments:

Post a Comment